`
Blog
  back
 
 
  Pemenang dan catatan lomba foto PKB XXXII - 2010
Thursday,8 July, 2010    viewed : 377
 

Bertempat di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali pada tanggal 7 Juli 2010 yang baru lalu telah dilaksanakan penjuriaan lomba foto PKB XXXII - 2010. Jumlah foto yang masuk tahun ini merupakan yang terbanyak pada beberapa tahun terakhir yaitu sekitar 403 foto dari 78 orang fotografer. Walau kebanyakan peserta masih dominasi oleh peserta yang berdomisili di Bali khususnya Denpasar, jumlah total foto yang masuk merupakan pertanda positip bagi tumbuh dan berkembangnya fotografi di Bali serta pertanda semakin baiknya apresiasi fotografer pada kegiatan Pesta Kesenian Bali.

 

Jumlah foto yang banyak dengan kualitas isi yang semakin baik membuat tiga orang juri yaitu Widnyana Sudibya, Adrian Suwanto dan IB Andi Sucirta  bekerja ekstra keras untuk menentukan para pemenang lomba. Pada tahap awal dewan juri mencari kesamaan visi tentang objek dan tema yang digariskan oleh panitia penyelenggara lomba dengan harapan agar hasil akhir bisa mencerminkan apa yang diinginkan. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan penjurian dimana setiap foto diperlakukan secara adil dengan menilainya satu persatu tanpa melihat identitas peserta lomba. Memang melelahkan tapi akan bahagia rasanya bagi kami panitia maupun juri jika bisa menghargai setiap foto yang dikirim para peserta.

 

Setelah melalui beberapa tahap penjuriaan maka diperoleh para pemenang lomba foto PKB XXXII - 2010 adalah sebagai berikut:

 

Juara I_ Anom Manik Agung_ Judul foto: Ngelawang

Juara II_ Laksana Eka Lanus_ Judul foto: Masolah

Juara III_ I Made Mahendra Wedana_ Judul foto: Liku lan Desak Rai

 

Harapan 1_ I Nyoman Haryadi Wijaya_ Judul foto: Whooo

Harapan 2_ I Wayan Purbawa_ Judul foto: Kebyar Terompong

Harapan 3_ I Gede Wisnu Adinata_ Judul foto: Wooe..de mesiat

Harapan 4_ Agung Parameswara_ Judul foto: Perang Janur

Harapan 5_ IGN Agung Andika D_ Judul foto: Ekspresi Pemahat

 

Berikut saya uraikan sedikit catatan tentang tahap-tahap penilaian karya foto yang masuk. Pada tahap awal, dewan juri menyisihkan beberapa foto yang dianggap secara teknis memiliki kelemahan seperti foto-foto yang terlalu wash out, out of focus, shake dan foto yang sama sekali tidak berhubungan dengan kegiatan PKB. Di tahap berikutnya persaingan antar foto sudah semakin ketat, pada tahap ini banyak foto yang bagus namun diambil terlalu close up sehingga menghilangkan identitas ingkungan dimana even tersebut diambil. Peserta sebenarnya bisa lebih cermat membaca objek foto yang digariskan oleh panitia penyelenggara dimana obyek foto yaitu seniman yang sedang melakukan pentas seni selama Pesta Kesenian Bali dan atau masyarakat penikmat seni dalam berinteraksi dengan berbagai aktivitas di areal PKB.

 

Sebelum penentuan para pemenang dewan juri kembali menelaah foto-foto yang lolos terutama dari segi isi. Catatan menarik disini yaitu sejak awal sudah terlihat beberapa foto yang cukup menonjol. Hal ini bisa terjadi karena foto tersebut memiliki kelebihan-kelebihan secara teknis, komposisi, tidak memiliki atau sedikit pesaing pada momen foto yang sama, ekspresif, atmosfer lingkungan yang terekam baik, dan lain-lain. Sebagai contoh foto pemenang kedua (foto 2) yang memotret seniman tua dalam melakukan pementasan, selain pesan pelestarian sedari awal foto tersebut memang kuat karena ekspresif, enerjik, gesture tubuh penari yang cantik, pencahayaan yang menarik dan yang paling penting foto tersebut sedikit atau sama sekali tidak memiliki pesaing dalam lomba ini.

 

Dari semua foto yang dikirim peserta masih didominasi oleh foto-foto acara pembukaan Pesta Kesenian Bali. Agenda PKB selama beberapa hari kedepannya tampak baru dimanfaatkan oleh beberapa peserta saja, mereka sepertinya menelaah secara jeli guna dapat memotret pementasan-pemantasan yang unik dan menarik. Tentu tidak cukup dengan unik dan menarik saja, faktor kesiapan secara konsep dan teknis juga menentukan berhasil atau tidaknya mendapat foto yang bagus.

 

Contoh lain yaitu foto pemenang pertama (foto 1) merupakan salah satu foto dari beberapa foto yang masuk dengan momen atraksi Ngelawang tersebut, kenapa foto tersebut cukup menonjol dibandingkan para pesaingnya? hal ini terjadi karena secara jeli fotografer mensinergikan point of interest dan background dengan baik. Para penari dan penonton dikomposisikan dalam simetri yang menarik, gerak dinamis penari terekam dalam waktu yang tepat dan semakin kuat dengan atmosfer penonton yang juga terekam dalam momen yang ekspresif ketika mereka sedang antusias mengapresiasi para seniman yang beraksi. Fotografer berhasil menangkap momen yang dalam fotografi dikenal dengan istilah decesive moment dari suatu rangkaian peristiwa. Butuh kesabaran, kecekatan dan kejeliaan untuk menangkap dua hal tersebut sekaligus dalam rekaman momen yang tepat jadi disinilah berperan konsep dan kesiapan teknis sang fotografer.

 

Akhir kata saya mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan untuk seluruh peserta. Terus berkarya!

 

Foto-foto pemenang dapat dilihat di: http://baliculturegov.com/component/content/article/9-latest-activity/38-special-event-malam-minggu.html

 

 
Share this blog  
Share on Facebook Share on Twitter Email
 
All images and web content © 2008 - 2010 Andi Sucirta. All rights reserved.