| Setelah satu tahun istirahat tanpa mengikuti kegiatan pameran dan salon internasional, tahun 2010 ini saya awali dengan mencoba kembali berpartisipasi pada Holland Circuit di Belanda dengan menyertakan beberapa karya terbaru dan beberapa karya lawas lainnya. Ternyata hasilnya cukup mengembirakan, melalui emailnya pada tanggal 30 Januari 2010 Mr. Jan Jansen menyampaikan bahwa saya berhasil meraih penghargaan RPS Honorauble Mention kategori digital phototravel untuk 7th Image Salon Delft, FA Rijen Medaille kategori digital colour untuk 5th Rainbow Challenge Rijen, dan Honourable Mention kategori digital phototravel untuk 5th Rainbow Challenge Rijen. Satu diantaranya yang berhasil meraih penghargaan adalah karya terbaru saya yang berjudul Roar of Dust.
Kabar gembira lain saya terima dari bapak Harto Solichin Margo - FIAP Laison Officer for Indonesia melalui email tanggal 12 Februari 2010, beliau mengatakan bahwa tiga orang fotografer Indonesia yang mengajukan permohonan untuk memperoleh distinksi AFIAP (Artist of Federation Internationale de lart Photographique) akhirnya berhasil lulus. FIAP merupakan salah satu organisasi seni foto terbesar didunia dengan sekitar 80 negara tergabung didalamnya dan merupakan satu-satunya organisasi seni foto yang diakui oleh UNESCO. Tiga fotografer yang berhasil meraih distinksi AFIAP tersebut adalah Agatha Anne Bunantha – Jakarta, Ricky Alexander – Batam, dan saya sendiri. Distinksi ini saya peroleh setelah aktif dalam kegiatan pameran dan salon internasional sejak tahun 2005. Rencananya permohonan distinksi baru saya akan ajukan pada tahun 2011 nanti, namun dengan peraturan FIAP yang baru, fotografer diijinkan untuk mengajukan permohonan distinksi setelah 1 tahun aktif pada kegiatan internasional. Peraturan lama FIAP mengharuskan bahwa seorang fotografer baru boleh mengajukan permohonan distinksi AFIAP setelah minimal 5 tahun aktif berpartisipasi dalam kegiatan internasional yang direkomendasi oleh FIAP.
Raihan distinksi AFIAP oleh tiga fotografer ini di apresiasi baik oleh bapak Jhony Hendarta selaku ketua FPSI (Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia). Menurut beliau, fotografer Indonesia terakhir memperoleh distinksi AFIAP sekitar tahun 90 an, jika memang benar, ini berarti kami bertiga adalah peraih distinksi AFIAP pertama setelah hampir satu dekade kosong. Diantara kami bertiga kebetulan usia saya paling muda, sehingga saat ini saya tercatat sebagai pemegang distinksi AFIAP termuda di Indonesia karena rata-rata pemegang distinksi AFIAP sebelumnya telah berusia di atas 40 tahun. Untuk Bali, saya tercatat sebagai pemegang distinksi AFIAP pertama dan pemegang distinksi A.FPSI termuda. Bagi saya raihan-raihan tersebut bukanlah tujuan utama ataupun akhir dari segalanya, prestasi ini merupakan bonus dan awal baru bagi saya untuk bisa terus maju.
|